Telogen Effluvium Adalah: Penyebab, Ciri dan Cara Mengatasinya
Telogen effluvium adalah kondisi yang membuat rambut rontok lebih banyak dari biasanya. Kerontokan biasanya muncul secara menyebar pada kulit kepala. Karena itu, kondisi ini berbeda dari kerontokan yang hanya muncul pada satu area.
Folikel rambut memiliki siklus pertumbuhan alami. Namun, beberapa kondisi dapat mengubah siklus tersebut. Akibatnya, lebih banyak rambut memasuki fase istirahat atau fase telogen.
Setelah itu, rambut dapat mulai rontok dalam jumlah lebih banyak. Kondisi ini sering membuat seseorang melihat banyak rambut saat keramas atau menyisir.
Meski begitu, telogen effluvium umumnya tidak merusak folikel melalui jaringan parut. Oleh karena itu, folikel masih dapat menghasilkan rambut baru.
Scalp Micropigmentation | AzScalpDoctor | SMP Class & School azscalpdoctor.com

Apa Itu Telogen Effluvium?
Telogen effluvium adalah jenis kerontokan rambut yang berkaitan dengan perubahan siklus pertumbuhan rambut. Kondisi ini meningkatkan jumlah rambut yang memasuki fase telogen.
Normalnya, folikel tidak menjalani fase yang sama secara bersamaan. Sebagian rambut tumbuh aktif, sedangkan sebagian lainnya beristirahat.
Namun, pemicu tertentu dapat mengubah keseimbangan tersebut. Akibatnya, lebih banyak rambut memasuki fase telogen.
Beberapa waktu kemudian, rambut mulai terlepas. Proses ini dapat meningkatkan hair shedding secara jelas.
BACA JUGA : Androgenetic Alopecia Pada Wanita
Bagaimana Siklus Pertumbuhan Rambut Bekerja?
Rambut tidak tumbuh terus-menerus. Sebaliknya, setiap folikel mengikuti siklus tertentu.
Siklus tersebut memiliki beberapa fase utama. Setiap fase memiliki fungsi yang berbeda.
Fase Anagen
Anagen merupakan fase pertumbuhan aktif. Pada tahap ini, folikel menghasilkan rambut dan rambut terus memanjang.
Sebagian besar rambut kulit kepala biasanya berada dalam fase ini. Namun, setiap folikel memiliki waktu pertumbuhan yang berbeda.
Fase Katagen
Selanjutnya, rambut memasuki fase katagen. Fase ini menjadi masa transisi antara pertumbuhan dan istirahat.
Katagen berlangsung lebih singkat daripada anagen. Setelah itu, folikel bergerak menuju fase berikutnya.
Fase Telogen
Telogen merupakan fase istirahat. Pada tahap ini, rambut tidak lagi menjalani pertumbuhan aktif seperti pada fase anagen.
Setelah melewati fase tersebut, rambut akhirnya dapat terlepas. Kemudian, folikel dapat memulai siklus pertumbuhan berikutnya.
BACA JUGA : Scalp
Bagaimana Telogen Effluvium Terjadi?
Tubuh dapat mengubah siklus rambut setelah menghadapi pemicu tertentu. Perubahan tersebut dapat membuat lebih banyak folikel memasuki fase telogen.
Namun, rambut biasanya tidak langsung rontok saat pemicu muncul. Folikel perlu menjalani perubahan siklus terlebih dahulu.
Karena itu, peningkatan kerontokan dapat muncul setelah jeda waktu tertentu. Kondisi ini terkadang membuat seseorang sulit menemukan pemicunya.
BACA JUGA : Androgenetic Alopecia Pada Pria
Penyebab Telogen Effluvium
Banyak faktor dapat memengaruhi siklus rambut. Namun, faktor yang sama tidak selalu memicu telogen effluvium pada setiap orang.
Berikut beberapa faktor yang dapat berkaitan dengan kondisi ini.
Stres Fisik
Tubuh dapat mengalami stres setelah menghadapi kondisi fisik yang berat. Misalnya, penyakit tertentu dapat memengaruhi berbagai proses dalam tubuh.
Akibatnya, siklus rambut juga dapat berubah pada sebagian orang.
Demam atau Penyakit Berat
Demam tinggi dan penyakit berat dapat memberikan tekanan pada tubuh. Selanjutnya, tubuh dapat mengubah aktivitas folikel rambut.
Namun, tidak semua orang yang mengalami demam akan mengalami telogen effluvium.
Operasi
Operasi besar dapat memberikan stres fisik pada tubuh. Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat memengaruhi siklus rambut.
Meski begitu, respons setiap orang dapat berbeda.
Diet Ketat dan Penurunan Berat Badan
Tubuh membutuhkan energi dan nutrisi untuk menjalankan berbagai fungsi. Karena itu, perubahan pola makan yang ekstrem dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
Penurunan berat badan yang cepat juga dapat berkaitan dengan perubahan siklus rambut pada sebagian orang.
Kekurangan Nutrisi
Kekurangan nutrisi tertentu dapat berkaitan dengan rambut rontok. Zat besi menjadi salah satu faktor yang dapat dokter pertimbangkan sesuai kondisi pasien.
Namun, jangan langsung mengonsumsi suplemen karena rambut rontok. Sebaliknya, konsultasikan kondisi tersebut agar dokter dapat menentukan kebutuhan Anda.
Perubahan Setelah Melahirkan
Sebagian wanita mengalami peningkatan kerontokan setelah melahirkan. Perubahan hormon setelah kehamilan dapat memengaruhi siklus rambut.
Akibatnya, lebih banyak rambut dapat memasuki fase telogen. Kondisi ini sering berkaitan dengan postpartum hair shedding.
BACA JUGA : Alopecia Universalis
Ciri Ciri Telogen Effluvium
Ciri telogen effluvium dapat terlihat dari perubahan pola kerontokan. Biasanya, seseorang melihat lebih banyak rambut daripada sebelumnya.
Rambut Rontok Lebih Banyak
Seseorang dapat melihat banyak rambut saat keramas. Selain itu, rambut dapat lebih mudah terlihat pada sisir, bantal, atau lantai.
Namun, jumlah rambut saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.
Kerontokan Menyebar
Telogen effluvium biasanya menyebabkan kerontokan yang menyebar. Kondisi ini sering memakai istilah diffuse hair shedding.
Karena itu, rambut dapat kehilangan kepadatan pada beberapa area sekaligus.
Rambut Terlihat Lebih Tipis
Kerontokan yang meningkat dapat mengurangi volume rambut. Akibatnya, rambut terlihat lebih tipis daripada sebelumnya.
Namun, telogen effluvium biasanya tidak membentuk satu area botak dengan batas yang jelas.
BACA JUGA : Alopecia Totalis

Telogen Effluvium Akut dan Kronis
Dokter dapat melihat perjalanan kondisi untuk membantu memahami jenis telogen effluvium.
Telogen Effluvium Akut
Telogen effluvium akut biasanya berlangsung dalam periode yang relatif terbatas. Dalam beberapa kasus, dokter dapat menemukan pemicu yang muncul sebelum kerontokan meningkat.
Setelah tubuh pulih, siklus rambut dapat kembali stabil. Selanjutnya, jumlah rambut yang rontok dapat berkurang.
Telogen Effluvium Kronis
Sebaliknya, telogen effluvium kronis menunjukkan kerontokan yang bertahan lebih lama. Kondisi ini membutuhkan evaluasi yang lebih menyeluruh.
Dokter dapat mencari faktor yang terus memengaruhi siklus rambut. Namun, durasi kerontokan saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis.
Telogen Effluvium vs Androgenetic Alopecia
Telogen effluvium dan androgenetic alopecia dapat menyebabkan rambut terlihat semakin tipis. Namun, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
Telogen effluvium biasanya meningkatkan kerontokan secara menyebar. Sebaliknya, androgenetic alopecia lebih sering menghasilkan pola penipisan tertentu dan miniaturisasi folikel.
Selain itu, seseorang dapat mengalami kedua kondisi tersebut secara bersamaan. Oleh karena itu, pemeriksaan membantu dokter menentukan penyebab rambut rontok.
Telogen Effluvium vs Alopecia Areata
Alopecia areata melibatkan respons autoimun yang memengaruhi folikel rambut. Kondisi ini dapat menghasilkan pola kerontokan yang berbeda.
Sebaliknya, telogen effluvium berkaitan dengan perubahan siklus rambut. Kondisi tersebut meningkatkan jumlah folikel yang memasuki fase telogen.
Karena itu, dokter perlu melihat pola kerontokan sebelum menentukan diagnosis.
Bagaimana Dokter Mengetahui Telogen Effluvium?
Dokter akan menanyakan riwayat kerontokan terlebih dahulu. Misalnya, dokter dapat menanyakan kapan rambut mulai rontok lebih banyak.
Selanjutnya, dokter dapat menanyakan perubahan kesehatan yang terjadi sebelumnya. Informasi tentang penyakit, operasi, pola makan, dan perubahan berat badan dapat membantu proses evaluasi.
Dokter juga akan memeriksa rambut dan kulit kepala. Selain itu, dokter dapat memakai hair pull test atau trikoskopi sesuai kebutuhan.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat meminta pemeriksaan tambahan. Misalnya, dokter dapat menilai zat besi atau fungsi tiroid jika riwayat pasien mendukung pemeriksaan tersebut.
Berapa Lama Telogen Effluvium Berlangsung?
Setiap orang dapat mengalami perjalanan yang berbeda. Pemicu dan kondisi kesehatan dapat memengaruhi lamanya kerontokan.
Selain itu, rambut membutuhkan waktu untuk kembali tumbuh. Karena itu, kepadatan rambut tidak langsung kembali setelah shedding mulai berkurang.
Proses pertumbuhan rambut berjalan secara bertahap. Oleh sebab itu, seseorang perlu melihat perkembangan dalam jangka waktu yang sesuai.
Apakah Telogen Effluvium Bisa Sembuh?
Telogen effluvium termasuk jenis kerontokan tanpa jaringan parut. Kondisi ini biasanya tidak menghancurkan folikel rambut secara permanen melalui jaringan parut.
Ketika tubuh mengatasi pemicu, siklus rambut dapat kembali stabil. Akibatnya, jumlah rambut yang rontok dapat berkurang.
Namun, proses pemulihan berbeda pada setiap orang. Jika kerontokan terus berlanjut, dokter dapat mencari faktor lain yang ikut berperan.
Apakah Rambut Bisa Tumbuh Kembali?
Folikel biasanya tetap memiliki kemampuan untuk menghasilkan rambut baru. Karena itu, pertumbuhan rambut dapat kembali setelah siklus rambut pulih.
Namun, rambut tidak tumbuh panjang dalam waktu singkat. Rambut baru memerlukan waktu untuk memberikan perubahan kepadatan yang terlihat.
Selain itu, kondisi rambut lain dapat memengaruhi proses pemulihan. Oleh karena itu, evaluasi tetap penting jika penipisan terus berkembang.
Cara Mengatasi Telogen Effluvium
Langkah pertama berfokus pada faktor yang memengaruhi siklus rambut. Dokter dapat membantu mencari kemungkinan pemicu melalui riwayat dan pemeriksaan.
Selanjutnya, dokter dapat menangani masalah kesehatan yang ikut berperan. Jika pemeriksaan menemukan kekurangan nutrisi, dokter juga dapat menentukan langkah yang sesuai.
Selain itu, konsumsi makanan bergizi membantu memenuhi kebutuhan tubuh. Rawat rambut secara lembut dan hindari tarikan berlebihan.
Jangan menggunakan obat atau suplemen secara sembarangan. Sebaliknya, sesuaikan penanganan dengan penyebab dan kondisi tubuh.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Konsultasikan kondisi jika rambut terus rontok dalam jumlah banyak atau kepadatannya terus berkurang. Selain itu, cari evaluasi jika kerontokan berlangsung lama.
Anda juga perlu memperhatikan pola yang tidak biasa. Misalnya, area botak yang jelas, perubahan kulit kepala, atau kerontokan yang berkembang sangat cepat memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Kesimpulan
Telogen effluvium adalah kondisi yang meningkatkan kerontokan rambut akibat perubahan siklus pertumbuhan. Lebih banyak folikel memasuki fase telogen sehingga rambut dapat mengalami shedding secara menyebar.
Berbagai faktor dapat memicu perubahan tersebut. Misalnya, penyakit, stres fisik, perubahan berat badan, masalah nutrisi, atau perubahan setelah melahirkan dapat berperan pada sebagian orang.
Namun, telogen effluvium umumnya tidak menghancurkan folikel melalui jaringan parut. Karena itu, folikel dapat kembali menghasilkan rambut ketika siklus pertumbuhan pulih.
FAQ Tentang Telogen Effluvium
1. Telogen effluvium adalah penyakit apa?
Telogen effluvium merupakan kondisi kerontokan rambut yang berkaitan dengan perubahan siklus pertumbuhan. Kondisi ini meningkatkan jumlah rambut yang memasuki fase telogen.
2. Apa penyebab telogen effluvium?
Penyakit berat, stres fisik, operasi, perubahan berat badan, masalah nutrisi, dan perubahan setelah melahirkan dapat menjadi pemicu pada sebagian orang.
3. Apa ciri ciri telogen effluvium?
Seseorang biasanya melihat peningkatan rambut rontok secara menyebar. Selain itu, rambut dapat terlihat semakin tipis karena kepadatannya berkurang.
4. Apakah stres bisa memicu telogen effluvium?
Stres fisik yang signifikan dapat memengaruhi siklus rambut pada sebagian orang. Namun, dokter perlu melihat faktor lain sebelum menentukan penyebab.
5. Apakah telogen effluvium berbahaya?
Telogen effluvium umumnya tidak menghancurkan folikel melalui jaringan parut. Namun, dokter perlu mengevaluasi kondisi yang memicu kerontokan jika masalah terus berlangsung.
6. Berapa lama telogen effluvium berlangsung?
Durasi berbeda pada setiap orang. Pemicu, kondisi tubuh, dan proses pemulihan dapat memengaruhi perjalanan kerontokan.
7. Apakah telogen effluvium bisa sembuh?
Siklus rambut dapat kembali stabil setelah tubuh mengatasi pemicu. Namun, waktu pemulihan dapat berbeda pada setiap individu.
8. Apakah rambut bisa tumbuh kembali setelah telogen effluvium?
Rambut dapat kembali tumbuh karena folikel biasanya tetap mampu menghasilkan rambut baru. Meski begitu, pertumbuhan membutuhkan waktu.
9. Apa perbedaan telogen effluvium dan androgenetic alopecia?
Telogen effluvium biasanya menyebabkan kerontokan menyebar. Sebaliknya, androgenetic alopecia lebih sering menyebabkan pola penipisan tertentu dan miniaturisasi folikel.
10. Kapan harus ke dokter karena rambut rontok?
Cari evaluasi jika kerontokan berlangsung lama, semakin berat, atau mengurangi kepadatan secara nyata. Selain itu, konsultasikan kondisi jika muncul area botak atau perubahan pada kulit kepala.
