Telogen effluvium merupakan kondisi yang meningkatkan kerontokan rambut ketika lebih banyak folikel memasuki fase telogen atau fase istirahat. Kondisi ini biasanya menyebabkan kerontokan yang menyebar pada kulit kepala. Akibatnya, seseorang dapat melihat lebih banyak rambut rontok ketika keramas, menyisir, atau menyentuh rambut.
Berbagai perubahan pada tubuh dapat memicu telogen effluvium. Misalnya, stres fisiologis, penyakit, demam tinggi, penurunan berat badan, perubahan nutrisi, atau perubahan setelah melahirkan dapat mengganggu siklus rambut. Namun, kerontokan sering tidak muncul tepat pada saat tubuh mengalami pemicu tersebut.
Karena itu, banyak orang kesulitan menghubungkan kerontokan dengan penyebab awalnya. Memahami pola dan ciri telogen effluvium dapat membantu seseorang mengambil langkah selanjutnya dengan lebih tepat.
Scalp Micropigmentation | AzScalpDoctor | SMP Class & School azscalpdoctor.com

Apa Itu Telogen Effluvium?
Telogen effluvium adalah bentuk kerontokan rambut yang berkaitan dengan perubahan siklus pertumbuhan rambut. Kondisi ini mendorong lebih banyak rambut memasuki fase telogen.
Setelah mencapai akhir fase tersebut, rambut akan lepas dari folikel. Akibatnya, seseorang mengalami peningkatan hair shedding. Kerontokan biasanya terlihat menyebar sehingga kepadatan rambut dapat berkurang di berbagai bagian kulit kepala.
Meskipun demikian, telogen effluvium berbeda dari kondisi yang menghancurkan folikel rambut secara permanen. Oleh karena itu, rambut memiliki peluang untuk kembali tumbuh ketika siklus rambut kembali stabil dan faktor pemicu sudah teratasi.
BACA JUGA : Androgenetic Alopecia
Bagaimana Telogen Effluvium Terjadi?
Untuk memahami telogen effluvium, kita perlu memahami siklus pertumbuhan rambut. Setiap folikel menjalani beberapa fase secara berulang.
Fase anagen menjadi periode pertumbuhan aktif. Setelah itu, folikel memasuki fase transisi atau katagen. Selanjutnya, rambut memasuki fase telogen atau fase istirahat.
Dalam kondisi normal, hanya sebagian rambut berada dalam fase telogen pada satu waktu. Namun, pemicu tertentu dapat membuat lebih banyak folikel meninggalkan fase pertumbuhan dan memasuki fase telogen.
Beberapa waktu kemudian, rambut tersebut mulai lepas. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kerontokan dalam jumlah yang terasa jauh lebih banyak daripada biasanya.
BACA JUGA : Jenis Alopecia
Penyebab Telogen Effluvium
Penyebab telogen effluvium dapat berbeda pada setiap orang. Bahkan, beberapa faktor dapat muncul secara bersamaan. Karena itu, dokter biasanya melihat riwayat kesehatan dan perubahan yang terjadi sebelum kerontokan mulai meningkat.
Stres Fisik dan Emosional
Tubuh dapat merespons tekanan besar dengan mengubah siklus rambut. Misalnya, stres fisiologis setelah penyakit, operasi, atau perubahan kesehatan tertentu dapat memengaruhi folikel.
Selain itu, stres emosional berat juga dapat berhubungan dengan peningkatan kerontokan pada sebagian orang. Namun, dokter tetap perlu mempertimbangkan faktor lain sebelum menentukan penyebabnya.
Penyakit dan Demam Tinggi
Penyakit berat atau demam tinggi dapat memberikan tekanan besar pada tubuh. Akibatnya, lebih banyak folikel dapat bergeser menuju fase telogen.
Kerontokan biasanya baru terlihat setelah tubuh melewati peristiwa tersebut. Oleh sebab itu, riwayat kesehatan beberapa bulan sebelumnya dapat memberi informasi penting.
Diet dan Perubahan Berat Badan
Penurunan berat badan yang cepat dapat memengaruhi kesehatan rambut, terutama jika tubuh tidak mendapat energi dan nutrisi yang cukup.
Selain itu, diet yang sangat ketat dapat mengurangi asupan protein, zat besi, dan nutrisi penting lainnya. Karena itu, pola makan perlu mendapat perhatian ketika seseorang mengalami diffuse hair shedding.
Kekurangan Nutrisi
Folikel membutuhkan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan rambut. Kekurangan zat besi atau masalah nutrisi tertentu dapat berkontribusi terhadap kerontokan pada sebagian orang.
Namun, seseorang sebaiknya tidak langsung mengonsumsi suplemen tanpa mengetahui kebutuhannya. Pemeriksaan medis dapat membantu menentukan apakah kekurangan nutrisi memang berperan.
Perubahan Setelah Melahirkan
Perubahan hormon selama dan setelah kehamilan dapat memengaruhi siklus rambut. Setelah persalinan, lebih banyak rambut dapat memasuki fase telogen secara relatif bersamaan.
Akibatnya, sebagian wanita mengalami peningkatan kerontokan beberapa waktu setelah melahirkan. Kondisi ini sering disebut postpartum hair shedding.
Obat atau Kondisi Medis Tertentu
Beberapa obat dapat memengaruhi siklus rambut. Selain itu, gangguan kesehatan tertentu juga dapat berhubungan dengan kerontokan.
Karena itu, jangan menghentikan obat secara mandiri jika Anda mencurigainya sebagai pemicu. Sebaliknya, konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter.
BACA JUGA : Ketombe Parah
Ciri Ciri Telogen Effluvium
Ciri ciri telogen effluvium biasanya berbeda dari kebotakan berpola. Salah satu karakteristik utamanya adalah peningkatan kerontokan yang menyebar.
Seseorang mungkin melihat banyak rambut ketika keramas atau menyisir. Selain itu, rambut dapat terlihat lebih tipis karena kepadatannya menurun.
Namun, telogen effluvium biasanya tidak menghasilkan satu area botak berbentuk bulat yang jelas. Pola seperti itu dapat mengarah pada kondisi lain sehingga memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Telogen Effluvium Akut dan Kronis
Dokter dapat membedakan telogen effluvium berdasarkan perjalanan kondisinya.
Telogen effluvium akut berlangsung dalam periode yang relatif terbatas dan sering mengikuti suatu pemicu. Setelah tubuh pulih dan pemicu berhenti, siklus rambut dapat bergerak menuju kondisi yang lebih stabil.
Sebaliknya, chronic telogen effluvium menyebabkan kerontokan berlangsung lebih lama. Dalam kondisi seperti ini, dokter perlu mencari faktor yang terus berlangsung dan mempertimbangkan kemungkinan diagnosis lain.
BACA JUGA : Ketombe
Telogen Effluvium vs Androgenetic Alopecia
Telogen effluvium dan androgenetic alopecia dapat membuat rambut terlihat lebih tipis. Namun, keduanya memiliki mekanisme yang berbeda.
Telogen effluvium terutama melibatkan perubahan siklus rambut dan biasanya menghasilkan kerontokan yang lebih menyebar. Sebaliknya, androgenetic alopecia melibatkan miniaturisasi folikel secara progresif pada pola tertentu.
Meski demikian, seseorang dapat mengalami kedua kondisi tersebut secara bersamaan. Karena itu, pemeriksaan kulit kepala membantu dokter membedakan pola kerontokan.
Telogen Effluvium vs Alopecia Areata
Alopecia areata juga berbeda dari telogen effluvium. Alopecia areata melibatkan proses autoimun dan sering menyebabkan area kerontokan berbentuk bulat atau oval.
Sebaliknya, telogen effluvium lebih sering menghasilkan diffuse shedding. Namun, pola kerontokan saja tidak selalu cukup untuk menentukan diagnosis.
Oleh karena itu, seseorang sebaiknya mencari evaluasi jika kerontokan muncul secara mendadak atau menunjukkan pola yang tidak biasa.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Telogen Effluvium?
Dokter biasanya memulai evaluasi dengan menanyakan riwayat kerontokan. Selain itu, dokter dapat mencari kemungkinan pemicu yang muncul beberapa waktu sebelum peningkatan hair shedding.
Selanjutnya, dokter memeriksa pola kerontokan dan kondisi kulit kepala. Pemeriksaan seperti hair pull test atau trikoskopi dapat membantu proses evaluasi pada kondisi tertentu.
Jika dokter mencurigai masalah kesehatan lain, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan. Misalnya, pemeriksaan darah dapat membantu mengevaluasi faktor tertentu berdasarkan riwayat dan gejala pasien.
Telogen Effluvium Berapa Lama?
Durasi telogen effluvium dapat berbeda pada setiap orang. Pemicu, kondisi kesehatan, serta lamanya faktor pencetus berlangsung ikut memengaruhi proses pemulihan.
Selain itu, rambut membutuhkan waktu untuk menjalani siklus pertumbuhan baru. Oleh karena itu, berkurangnya kerontokan dan kembalinya kepadatan rambut tidak selalu terjadi pada waktu yang sama.
Jika kerontokan terus berlangsung atau semakin berat, evaluasi medis dapat membantu mencari penyebab yang belum teridentifikasi.
Apakah Rambut Bisa Tumbuh Kembali?
Pada banyak kasus non-scarring telogen effluvium, folikel tetap memiliki kemampuan untuk menghasilkan rambut. Setelah tubuh mengatasi pemicu, folikel dapat kembali memasuki fase pertumbuhan.
Namun, hair regrowth membutuhkan waktu. Rambut baru harus tumbuh cukup panjang sebelum seseorang melihat perubahan kepadatan secara jelas.
Karena itu, pemulihan tidak terjadi dalam semalam. Kondisi individu dan faktor pemicu sangat memengaruhi prosesnya.
Cara Mengatasi Telogen Effluvium
Langkah pertama dalam cara mengatasi telogen effluvium adalah mencari faktor pemicu. Setelah menemukannya, dokter dapat membantu menentukan apakah pasien membutuhkan penanganan khusus.
Selanjutnya, tubuh memerlukan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan rambut. Pola makan seimbang yang memenuhi kebutuhan protein, mineral, dan vitamin membantu mendukung kesehatan rambut secara umum.
Selain itu, kelola stres dan jaga kualitas tidur. Perawatan rambut yang lembut juga penting. Hindari tarikan berlebihan, panas ekstrem, serta perlakuan kasar yang dapat menambah kerusakan pada batang rambut.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Pertimbangkan pemeriksaan jika kerontokan berlangsung lama, semakin berat, atau tidak memiliki pemicu yang jelas. Selain itu, segera cari evaluasi jika muncul area botak, kemerahan, rasa sakit, sisik, atau perubahan lain pada kulit kepala.
Dokter dapat membantu membedakan telogen effluvium dari jenis kerontokan lain. Dengan demikian, Anda dapat memilih langkah penanganan berdasarkan penyebab yang lebih jelas.
Kesimpulan
Telogen effluvium menyebabkan peningkatan kerontokan ketika lebih banyak folikel memasuki fase telogen. Stres fisiologis, penyakit, perubahan nutrisi, penurunan berat badan, dan perubahan setelah melahirkan dapat berperan sebagai pemicu.
Namun, perjalanan kondisi berbeda pada setiap orang. Karena itu, mengenali pemicu, memperhatikan pola kerontokan, dan mencari evaluasi ketika kerontokan menetap dapat membantu menentukan langkah yang tepat.
FAQ Tentang Telogen Effluvium
1. Apa itu telogen effluvium?
Telogen effluvium merupakan bentuk kerontokan rambut yang terjadi ketika lebih banyak folikel memasuki fase telogen. Kondisi ini biasanya menimbulkan kerontokan yang menyebar.
2. Apa penyebab telogen effluvium?
Pemicunya dapat meliputi stres fisiologis, penyakit, demam tinggi, perubahan berat badan, masalah nutrisi, perubahan setelah melahirkan, serta faktor medis tertentu.
3. Apa ciri ciri telogen effluvium?
Ciri utamanya mencakup peningkatan hair shedding dan penurunan kepadatan rambut yang cenderung menyebar pada kulit kepala.
4. Apakah stres bisa menyebabkan telogen effluvium?
Stres fisik atau emosional berat dapat berperan sebagai pemicu pada sebagian orang. Namun, dokter perlu mempertimbangkan penyebab lain jika kerontokan terus berlangsung.
5. Apakah telogen effluvium bisa sembuh?
Banyak kasus dapat membaik setelah tubuh mengatasi faktor pemicu. Namun, durasi dan tingkat pemulihan berbeda pada setiap individu.
6. Apakah rambut bisa tumbuh kembali setelah telogen effluvium?
Pada banyak kasus non-scarring, folikel tetap dapat menghasilkan rambut. Pertumbuhan kembali membutuhkan waktu karena rambut harus menjalani siklus pertumbuhan baru.
7. Apa perbedaan telogen effluvium dan androgenetic alopecia?
Telogen effluvium biasanya menyebabkan peningkatan kerontokan yang menyebar. Sebaliknya, androgenetic alopecia melibatkan miniaturisasi folikel dan cenderung mengikuti pola penipisan tertentu.
Tinggalkan Balasan